Selasa, 31 Mei 2011

Membuat Kursor Di ikuti teks

Kemanapun kursor kita (para sobat) gerakan,
maka selalu ada teks yang dengan mesra mengikutinya baik ke atas, ke bawah maupun ke samping seperti yang ada di Blog ini


Ikuti lankahnya berikut :

1. Seperti biasa sign ke Blogger.
2. Pilih Tata Letak, Edit HTML, HTML/JavaScript.
3. Copy seluruh kode dibawah ini dan paste pada kolom yang tersedia.
4. Klik Tombol Simpan.
5. Selesai.

KODE YG HARUS DI COPY

<i><style type="text/css">
/* Circle Text Styles */
#outerCircleText {
/* Optional - DO NOT SET FONT-SIZE HERE, SET IT IN THE SCRIPT */
font-style: italic;
font-weight: bold;
font-family: 'comic sans ms', verdana, arial;
color: #00bfff;
/* End Optional */

/* Start Required - Do Not Edit */
position: absolute;top: 0;left: 0;z-index: 3000;cursor: default;}
#outerCircleText div {position: relative;}
#outerCircleText div div {position: absolute;top: 0;left: 0;text-align: center;}
/* End Required */
/* End Circle Text Styles */
</style>
<script type="text/javascript">
/* Circling text trail- Tim Tilton
Website: http://www.tempermedia.com/
Visit: http://www.dynamicdrive.com/ for Original Source and tons of scripts
Modified Here for more flexibility and modern browser support
Modifications as first seen in http://www.dynamicdrive.com/forums/
username:jscheuer1 - This notice must remain for legal use
*/

;(function(){

// Your message here (QUOTED STRING)
var msg = "Sylvia Mahaedally";

/* THE REST OF THE EDITABLE VALUES BELOW ARE ALL UNQUOTED NUMBERS */

// Set font's style size for calculating dimensions
// Set to number of desired pixels font size (decimal and negative numbers not allowed)
var size = 24;

// Set both to 1 for plain circle, set one of them to 2 for oval
// Other numbers & decimals can have interesting effects, keep these low (0 to 3)
var circleY = 0.75; var circleX = 2;

// The larger this divisor, the smaller the spaces between letters
// (decimals allowed, not negative numbers)
var letter_spacing = 5;

// The larger this multiplier, the bigger the circle/oval
// (decimals allowed, not negative numbers, some rounding is applied)
var diameter = 10;

// Rotation speed, set it negative if you want it to spin clockwise (decimals allowed)
var rotation = 0.4;

// This is not the rotation speed, its the reaction speed, keep low!
// Set this to 1 or a decimal less than one (decimals allowed, not negative numbers)
var speed = 0.3;

////////////////////// Stop Editing //////////////////////

if (!window.addEventListener && !window.attachEvent || !document.createElement) return;

msg = msg.split('');
var n = msg.length - 1, a = Math.round(size * diameter * 0.208333), currStep = 20,
ymouse = a * circleY + 20, xmouse = a * circleX + 20, y = [], x = [], Y = [], X = [],
o = document.createElement('div'), oi = document.createElement('div'),
b = document.compatMode && document.compatMode != "BackCompat"? document.documentElement : document.body,

mouse = function(e){
e = e || window.event;
ymouse = !isNaN(e.pageY)? e.pageY : e.clientY; // y-position
xmouse = !isNaN(e.pageX)? e.pageX : e.clientX; // x-position
},

makecircle = function(){ // rotation/positioning
if(init.nopy){
o.style.top = (b || document.body).scrollTop + 'px';
o.style.left = (b || document.body).scrollLeft + 'px';
};
currStep -= rotation;
for (var d, i = n; i > -1; --i){ // makes the circle
d = document.getElementById('iemsg' + i).style;
d.top = Math.round(y[i] + a * Math.sin((currStep + i) / letter_spacing) * circleY - 15) + 'px';
d.left = Math.round(x[i] + a * Math.cos((currStep + i) / letter_spacing) * circleX) + 'px';
};
},

drag = function(){ // makes the resistance
y[0] = Y[0] += (ymouse - Y[0]) * speed;
x[0] = X[0] += (xmouse - 20 - X[0]) * speed;
for (var i = n; i > 0; --i){
y[i] = Y[i] += (y[i-1] - Y[i]) * speed;
x[i] = X[i] += (x[i-1] - X[i]) * speed;
};
makecircle();
},

init = function(){ // appends message divs, & sets initial values for positioning arrays
if(!isNaN(window.pageYOffset)){
ymouse += window.pageYOffset;
xmouse += window.pageXOffset;
} else init.nopy = true;
for (var d, i = n; i > -1; --i){
d = document.createElement('div'); d.id = 'iemsg' + i;
d.style.height = d.style.width = a + 'px';
d.appendChild(document.createTextNode(msg[i]));
oi.appendChild(d); y[i] = x[i] = Y[i] = X[i] = 0;
};
o.appendChild(oi); document.body.appendChild(o);
setInterval(drag, 25);
},

ascroll = function(){
ymouse += window.pageYOffset;
xmouse += window.pageXOffset;
window.removeEventListener('scroll', ascroll, false);
};

o.id = 'outerCircleText'; o.style.fontSize = size + 'px';

if (window.addEventListener){
window.addEventListener('load', init, false);
document.addEventListener('mouseover', mouse, false);
document.addEventListener('mousemove', mouse, false);
if (/Apple/.test(navigator.vendor))
window.addEventListener('scroll', ascroll, false);
}
else if (window.attachEvent){
window.attachEvent('onload', init);
document.attachEvent('onmousemove', mouse);
};

})();
</script></i>


PERHATIAN
Gantilah tulisan "Sylvia Mahaedally" dengan nama yang kalian inginkan.. Kalo susah cari "Sylvia Mahaedally" cukup Tekan Ctrl dan F secara bersamaan,, sesudah itu tinggal Ketik deh nama "Sylvia Mahaedally"..

Jika langkah langkah sudah selesai silahkan sekarang lihat hasilnya!! Gampang juga kan?? semoga bermanfaat bagi sobat. jangan lupa komentarnya.

Membuat Kursor Di ikuti teks

Kemanapun kursor kita (para sobat) gerakan,
maka selalu ada teks yang dengan mesra mengikutinya baik ke atas, ke bawah maupun ke samping seperti yang ada di Blog ini


Ikuti lankahnya berikut :

1. Seperti biasa sign ke Blogger.
2. Pilih Tata Letak, Edit HTML, HTML/JavaScript.
3. Copy seluruh kode dibawah ini dan paste pada kolom yang tersedia.
4. Klik Tombol Simpan.
5. Selesai.

KODE YG HARUS DI COPY





PERHATIAN
Gantilah tulisan "Sylvia Mahaedally" dengan nama yang kalian inginkan.. Kalo susah cari "Sylvia Mahaedally" cukup Tekan Ctrl dan F secara bersamaan,, sesudah itu tinggal Ketik deh nama "Sylvia Mahaedally"..

Jika langkah langkah sudah selesai silahkan sekarang lihat hasilnya!! Gampang juga kan?? semoga bermanfaat bagi sobat. jangan lupa komentarnya.

Sabtu, 28 Mei 2011

Sinopsis Dari Cerita/Novel Menjemput Bidadari


Menjemput Bidadari
                Kenyataaan hidup sebagai penderita Azzospermia menjadikan Hardi merasa seperti laki-laki yang sangat egois bila harus mengubur impian Citra, istri yang sangat disayanginya, untuk menjalani fitrah keibuannya. Meskipun berat, ia berfikir untuk mengakhiri pernikahanya. Maka, hari-hari selanjutnya, Citra lebih melihat sosok seorang sufi pada diri suaminya. Dalam kekhusuan ibadah-ibadah inilah Hardi memohon bimbingan Allah untuk sebuah rencana besar dalam benaknya. Dia sempat berfikir seandainya perempuan di perbolehkan poliandri maka, ia rela agar istrinya poliandri. Meskipun sebenarnya ia sangat mencintai istrinya ( Citra ), tetapi seandainya itu yang diharapkan suaminya, Citra pun tidak menyetujuinya kerana ia pun sama, ia sangat mencintai suaminya itu ( Hardi ). Citra pun perang batin. Siapa pun yang di dekatnya akan merasa nyaman. Bukan hanya Citra saja yang merasakan. Tetangga,teman,keluarga, bahkan mereka yang baru pertama kali berkenalan. Mengapa harus suamiku??  Mengapa ??. Citra pun menutup dialog batinya. Ia juga tengah menggugat ketetapan Allah.
                Setelah dua bulan lamanya Citra didera penasaran. Selama itu ia hanya melihat suaminya tenggelam dalam keikhlasan. Lalu, ketika saat itu tiba. Suaminya memberikan sebuah amplop yang berisi biodata seorang laki-laki. Tetapi Citra lalu mencampakan isi amplop tersebut. Citra tidak menyetujui itu dan tidak menginginkannya, sebenarnya Hardi pun tidak ingin semua hal itu terjadi tetapi apalah daya dia tidak ingin mengubur impian istrinya untuk menjadi seorang ibu dan mengasuh darah dagingnya sendiri dan Hardi pikir, perceraian adalah jalan terbaik. Dan Hardi tidak begitu saja melepaskan istrinya tanpa pengganti dirinya, dan dia ternyata sudah menyiapkan penggantinya sebagai suami Citra, yaitu Rahman. Hardi yakin dan akan selalu berdoa agar istrinya membina keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dengan ada anak anak di dalamnya. Apabila Hardi sudah resmi bercerai dengan Istrinya ( Citra ). Dan setelah itu Hardi berencana akan pergi ke Afghanistan untuk berjihad. Mendengar semua itu, membuat Citra semakin mencintai Hardi.
                Lima bulan kemudian, Citra menikah dengan Rahman, seminggu menjelang keberangkatan Hardi ke Afghanistan. Pada saat itu pula Hardi menitipkan Mantan istrinya/saudarinya ( Citra ) baik-baik saat menyalami mempelai pria. Di balik hijab, Citra menundukan kepalanya, menyembunyikan air matanya yang bergulir-gulir. Suara yang sanga ia kenal. Suara yang mungkin tidak akan pernah ia dengar lagi.
Barangkali Hardi pantas untuk menjemput Bidadari dan Dia tidak layak untuk manusia bumi. Dia leih pantas mendapatkan Bidadari. Ucap batin Citra dengan perih.

Selasa, 17 Mei 2011

Elemen Elemen dasar MC 2003


Microsoft Office 2003 


Mengenal Word 2003
Microsoft Word (MS Word) merupakan program pengolah kata yang banyak dipakai saat ini dibandingkan dengan program pengolah kata lainnya, seperti WordStar, AmiPro, WordPerfect dan lain-lain. Microsoft Word 2003 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang mengalami banyak perubahan dan perbaikan disana sini sehingga lebih fleksibel digunakan dan menyediakan fasilitas penuh terhadap akses internet dari setiap program aplikasinya, kemampuan dalam membuat tabel, menyisipkan program lain ke program Word 2003.
Memulai Word 2003
Word 2003 baru dapat dijalankan apabila system operasi windows telah kita aktifkan. langkah-langkah memulai bekerja dengan Word 2003 sebagai berikut ;
  1. Aktifkan Komputer terlebih dahulu.
  2. Klik tombol Start yang ada pada batang taskbar.
  3. Muncul sejumlah menu, pilih All Program.
  4. Klik Microsoft Office.
  5. Klik Microsoft Office Word 2003.
  6. Tunggu hingga tampil layar Microsoft Word yang masih kosong.
  7. Microsoft Word siap untuk digunakan.
Description: clip_image002
Gambar 1. Task bar pembuka Microsoft Office



Mengenal Elemen Jendela MS-Word.
Setelah Word 2003 kita aktifkan, maka akan tampil layar kosong dengan nama Document 1, seperti tampak pada gambar 2.
Description: clip_image002[4]
Gambar 2. Elemen Jendela MS-Word 2003
Menu Bar, berisi daftar menu yang dapat kita gunakan, dimana menu ini mempunyai sub menu masing-masing sesuai dengan fungsi dari menu induknya. Misalnya Menu File, maka sub menu-nya berisi segala hal yang berkaitan dengan file, begitu juga dengan menu yang lainnya. Standarnya menu ini terdiri dari Menu
File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Table, Windows dan Help tapi daftar menu juga dapat kita tambahkan sesuai dengan keperluan kita. Menu ini dapat kita pilih dengan cara meng-klik nama menu atau dengan tombol Alternate (ALT)+huruf yang bergaris bawah pada menu secara bersamaan. Misal kita akan mengaktifkan menu file maka klik-lah menu tersebut atau dengan menekan tombol ALT+F (tekan secara bersamaan).
Toolbar Standar, merupakan kumpulan icon-icon standar yang disediakan oleh Word 2003 secara otomatis. Walaupun begitu icon dari toolbar ini juga dapat kita tambah atau dikurangi sesuai keperluan.
Untuk mengetahui nama dari icon-icon tersebut dapat dilakukan dengan mengarahkan pointer mouse pada icon yang dituju, tunggu sesaat sehinggan tampil nama dari icon tersebut. Misalnya kita arahkan pointer mouse pada icon yang bergambar printer, maka akan keluar informasi nama dari icon tersebut. Lihat gambar 2.
Toolbar Formatting, termasuk toolbar default yang disediakan oleh Word 2003. Toolbar ini berisi kumpulan icon-icon yang berfungsi dalam pemformatan pada Word 2003.
Ruler, sesuai dengan namanya, bagian ini berfungsi sebagai alat bantu dalam penentuan margin (batas) dari lembar kerja. Apakah batas kiri, kanan, paragraph dan lain-lain. Ruler ini dapat kita atur ukurannya, apakah centimeter, inchi, millimeter, points atau pica. Untuk menentukan ukuran ini dapat dilakukan dengan cara :
Klik menu tool, lalu klik Options pada kotak dialog option klik general pada kotak pilihan measurement units tentukan jenis pengukuran yang diinginkan, lalu klik OK.
Description: clip_image002[6]
Scrollbar, berfungsi untuk menggeser layar kerja. Jika menggeser layar kerja ke kiri atau ke kanan gunakan horizontal scroll bar, atau menggeser layar kerja ke atas dan ke bawah gunakan vertical scroll bar.
Mengakhiri Word 2003
Jika Anda telah selesai bekerja dengan Word 2003, Anda dapat mengakhirinya dengan menggunakan langkah berikut ;
  1. Simpan terlebih dahulu lembar kerja Anda.
  2. Kemudian pilih salah satu langkah untuk mengakhiri penggunaan Word 2003 berikut ini ;
Pilih dan klik File, Exit, atau
Klik tombol Close (X) yang berada pada pojok kanan atas jendela Word, atau Klik ganda icon kontrol menu yang berada pada pojok kiri atas jendela, atau Tekan tombol Alt+F4 ------Tunggu sampai jendela Word 2003 ditutup-------


KEANEKARAGAMAN MUSIK DAERAH


Pengenalan Musik Daerah Nusantara
Pengertian dan Ciri-Ciri Musik Daerah

Musik daerah adalah musik yang tumbuh dan berkembang di suatu wilayah atau daerah tertentu. Sebagai contoh, musik daerah Timor adalah musik yang tumbuh dan berkembang didaerah Timor. Demikian juga musik daerah Yogyakarta adalah musik yang tumbuh dan berkembang di daerah Yogyakarta. Dengan demikian, musik Nusantara adalah musik yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah Nusantara (Indonesia).

Dalam salah satu kutipan dari surat kabar berkata "Indonesia terkaya di dunia untuk jenis musik daerag karena memiliki 378 akar musik. Ini merupakan azet nasional sehingga perlu dilestarikan, sebagian bahkan belum terekploitasi sehingga harus terus dikembangkan dan diperkenalkan," kata Ketua Departemen Apresiasi Seni Budaya Nasional dan Pengembangan Teknologi Informasi di Persatuan Artis penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI, James F. Sundah di Balikpapan, Senin.)

Ciri umum musik daerah adalah sebagai berikut. Ide musik disampaikan oleh komponis tidak melalui tulisan berupa notasi atau pertitur, tetapi secara lisan. Misalnya ia menyanyikan lagu gubahannya dihadapan orang lain ketika ronda malam. Ide itu kemudian dihafalkan orang tersebut dan disebarkan dari mulut kemulut. Jadilah lagu itu dikenal oleh masyarakat daerah tersebut.

Musik daerah diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi secara lisan. Generasi tua mengajarkan komposisi musik daerah kepada generasi muda. Mereka mengajarkan cara menyanyikan atau memainkan musik kepada anak-anaknya secara lisan. Anak-anak ini akan meneruskannya pula kepada anank-anak mereka.

Syair lagu, alunan melodi dan irama menunjukkan cirri khas kedaerahan. Sebagai contoh, lagu dari daerah Jawa, syairnya berbahasa Jawa dan alunan melodinya menggunakan nada-nada dari tangga nada pelog dan selendro. Demikian juga lagu dari daerah Jakarta, syairnya berbahasa Betawi dan alunan melodinya umumnya dari tangga nada diatonis.

Musik daerah melibatkan alat-alat musik daerah. Umumnya lagu-lagu daerah di Indonesia diiringi oleh alat-alat musik khas dari daerah-daerah tersebut. Sebagai contoh, lagu-lagu daerah  Jawa umumnya diiringi oleh alat musik khas Jawa, yakni gamelan. Demikian juga lagu-lagu daerah Sulawesi Utara umumnya diiringi alat musik khas Sulawesi Utara, yakni kolintang.

Alat-alat musik daerah di Indonesia, antara lain sasando dari NTT, tifa dari Maluku dan Papua, gamelan dari Jawa Barat dan gondang dari Tapanuli. Setiap alat musik ini memiliki cirri yang berbeda-beda, baik dari cara jmemainkannya maupu bunyi yang dihasilkannya.
II. Ragam, Sejarah dan Fungsi Musik Daerah.

Ragam Musik Daerah Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya. Tidak hanya hasil buminya yang melimpah, tetapi juga budaya masyarakatnya yang beraneka ragam. Setiap musik daerah memiliki perbedaan yang jelas, baik dilihat dari alat yang digunakannya, melodi lagu, maupun fungsi. Karena itulah musik-musik yang berkembang disetiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dan berbedaantara satu dan yang lainnya. Sebagai contoh, di Jawa Barat kita mengenal musik Genjring di Subang, Tarling di Cirebon da Tentreng di Sumedang.
Dari segi lagu, beberapa penulis mengelompokkan lagu-lagu daerah di Indonesia atas dua kelompok, yakni sebagai berikut;
a) Lagu-lagu daerah yang sangat merakyat. Ciri-cirinya, komposisi musiknya sederhana dan mudah dicerna. Lagu ini disebut juga lagu rakyat. Lagu ini tumbuh dan berkembang dan diketahui oleh hamper seluruh masyarakat daerah tersebut. Umumnya lagu-lagu ini tidak diketahui penciptanya (anonym) dan tema-tema yang diangkat pun berkisar pada kegiatan hidup sehari-hari masyarakat tersebut.
b) Lagu-lagu daerah yang diciptakan oleh komponis atau seniman daerah atau disebut juga lagu-lagu klasik.Ciri-cirinya, komposisi musiknya rumit dan baku, seperti pemakaian notasi, gaya penyampaian, alunan, atau gaya melodi yang khas. Umumnya lagu-lagu tersebut berkembang di pusat-pusat pemerintahan, seperti istana kerajaan atau di pusat-pusat budaya.

Sejarah Musik Daerah
Dibanyak tempat, musik lahir dan berkembang dari kegiatan sehari-hari masyarakatnya. Sebagai contoh :
- musik angklung dari Jawa Barat. Semula, alat musik ini digunakan sebagai alat tabuh tradisional ronda malam dan pada saat pesta panen atau perkawinan
- musik gondang dari Tapanuli, yang biasa dipakai dalam upacara-upacara masyarakat Batak
- musik lesung (kotekan) dibeberapa daerah di Indonesia, yang biasa dimainkan pada saat menumbuk padi
- musik gamelan dari Jawa dan Bali. Musik gamelan di Jawa pada mulanya hanya dipakai dalam upacara-upacara kerajaan didalam istana. Sementara itu, di Bali, musik ini hanya dipakai dalam upacara-upacara umat Hindu, seperti upacara siklus hidup manusia.
- Musik gong luang dari Bali. Musik tradisi ini sifatnya sacral dan umumnya dipergunakan untuk mengiringi upacara kematian (ngaben)
- Musik sasando gong dari Rote. Alat musik tradisional ini terbuat dari bahan daun lontar yang banyak terdapat di daerah rote ini. Musik ini biasa dipakai sebagai hiburan, pengiring tarian dan upacara adat masyarakat rote
- Musik karang dodou dari daerah tanah siang wilayah barito utara, Kalimantan tengah. Musik karang dodou merupakan jenis musik ritual yang dapat disaksikan pada saat upacara adat tertentu, misalnya acara memandikan bayi atau memberikan nama bayi (upacara nokapati).
Dalam perkembangannya, musik-musik ini terus disempurnakan dan diperkaya. Dengan daya kreasi para seniman Indonesia, musik-musik ini menemukan bentuk modernnya. Musik gamelan, misalnya, dikembangkan sehingga menjadi asset penting bidang pariwisata di Bali. Demikian pula musik angklung dari Jawa Barat. Musik ini disempurnakan sehingga bisa memainkan berbagai lagu dari dalam maupun dari luar negeri. Hal yang sama dilakukan terhadap musik kolintang yang disempurnakan dengan membagi tiga instrument atau alatnya. Ketiga instrumen ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, yakni instrumen memainkan melodi, pengiring( ritme), dan bass.
Fungsi Musik Daerah
Setiap musik memiliki berbeda antara satu dan lainnya. Fungsi tersebut sesuai dengan keinginan para pencipta atau masyarakat pemiliknya. Musik yang tersebar di berbagai daerah, dilihat dari fungsinya dapat dikelompokkan menjadi beberapa fungsi.
1) Sebagai media ekspresi
Bagi para seniman, seni merupakan media yang dapat dijadikan untuk mengungkapkan ekspresi yang ada di dalam dirinya. Melalui musik mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik, mereka mnegungkapkan perasaan, pikiran, gagasan dan cita-citanya tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunianya. Demikian halnya seniman daerah. Mereka menyaksikan kondisi serta harapan diri dan masyarakatnya lalu memformulasikannya dalam bentuk lagu dan permainan alat musik. Dari tangan mereka inilan lahir karya-karya musik yang nantinya bisa dinikmati masyarakatnya.
2) Sebagai media hiburan
Musik diberbagai daerah juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakatnya. Musik dilihat sebagai cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian maupun sebagai saran rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat sangat antusias menonton berbagai pargelaran musiknya. Mereka berbondong-bondong mendatangi balai desa atau tempat pertunjukan untuk menonton sekalipun pergelaran tersebut dimainkan oleh warga mereka sendiri.
3) Sebagai media upacara
Musik di banyak daerah di Indonesia berkaitan erat dengan upacara-upacara adapt masyarakatnya, seperti upacara kematian, perkawinan, atau kelahiran. Dibeberapa daerah, bunyi-bunyian yang dihasilkan instrumen atau alat tertentu diyakini memilki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrument-instrumen seperti ini dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat. Sebagai contoh, musik angklung dalam masyarakat Jawa Barat yang biasa dipakai dalam upacara Seren Taun atau upacara panen padi dan musik gong dan gendang didaerah Manggarai (Flores) yang biasa dipakai untuk mengusir setan yang menyembunyikan salah satu warganya.
4) Sebagai pengiring tarian
Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi-bunyian atau musik yang diciptakan banyak dipakai untuk mengiringi tarian-tarian daerah. Oleh karena itu, kebanyakan tarian-tarian daerah. Oleh karena itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi oleh musik daerahnya sendiri. Sebagai contoh:
- tari Kecak dari Bali hanya bisa diiringi oleh alunan bunyi yang khas Bali
- tari Saman dari Aceh hanya bisa diiringi oleh alunan bunyi yang khas Aceh
- tari Kancet Pepatay dari suku bangsa Dayak di Kalimantan diiringi dengan lagu “Sak Paku” dan hanya menggunakan alat musik sampe.

Pengenalan Tokoh Musik Daerah Nusantara dan Proses Berkarya
Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki tokoh-tokoh musiknya. Mereka inilah yang menjadi tokoh penting dalam kelahiran dan pengembangan musik daerahnya masing-masing. Melalui perannya, para tokoh ini bisa mempertahankan unsur-unsur musik tradisinya seperti pola irama dan alunan melodinya. Merekapun bias mengembangkannya degan berbagai kreasi sehingga tetap bias diterima oleh generasi-generasi selanjutnya.
Berikut adalah beberapa tokoh musik tradisi di Indonesia:
- Daeng Sutigna dan Imam Sukayat dari Jawa Barat. Kedua tokoh ini berhasil mengembangkan musik angklung yang dari semula menggunakan tangga nada pentatonic menjadi tangga nada diatonis. Dengan demikian, alat musik ini bisa memainkan berbagai jenis musik dan dikenal diseluruh Indonesia.
- K.H Dewantara dan Ki Nartosabdo dari Jawa yang berhasil mengembangkan musik gamelan dengan system sariswara dan wandali.
- Makarius dari Manggarai, NTT, yang melalui kreasinya berhasil mengangkat berbagai lagu rakyat dalam bentuk kaset. Ia pun banyak menghasilkan lagu daerah yang tetap dikenang orang hingga sekarang.
- Nahum Situmorang dan S.Dis dari Tqapanuli yang terkenal dengan berbagai karyanya, seperti “ Dago Inang Sarge” dan “Butet”.
- Djoko S.dari Jakarta dengan berbagai karyanya, seperti, “ondel-ondel”.
- Uddin, salah seorang seniman dan pencipta lagu daerah, kini terus berjuang meluncurkan lagu-lagu daerah selayar. Ia bahkan sudah merekam lagu-lagunya kedalam satu kaset master.
- Petrus kaseke dari Minahasa yang berhasisl membuat kolintang dengan dua setengah oktaf nada diatonis.
Proses Berkarya Musik Daerah
Dalam tradisi musik daerah, karya-karya musik umumnya dihasilkan oleh sekelompok orang meskipun terdapat pula karya-karya yang dihasilkan secara individual. Sekelompok orang ini umumnya merupakan sekelompok musik atau orkes musik setempat. Mereka bekerjasama untuk mengahasilkan sebuah karya musik.
Umumnya, ide-ide musik dari komponis tidak disampaikan melalui sebuah tulisan berupa notasi atau partitur, tetapi dilakukan seccara lisan. Komponis menyampaikan dan mengajarkan ide-ide musiknya kepada pemain musik atau penyanyi. Para pemain musik atau penyanyi ini kemudian akan menghafalkannya dan berkat latihan, ide musik ini kemudian dapat dipentaskan dengan baik.
Pada umumnya, komponis daerah ini dapat memainkan berbagai alat musik. Ia dapat memainkan alat musik dari yang sederhana hingga yang lebih rumit. Dengan demikian, ia dapat dengan mudah mengajarkan ide-ide musiknya kepada pemain musik atau penyanyi. Arransemen-arransemen musik yang telah dibuat oleh komponis-komponis daerah ini kemudian diwariskan pada generasi selanjutnya melalui cara-cara seperti diatas. Para seniornya akan mengajarkannya kepada para juniornya, demikian selanjutnya sehingga musik daerah ini tetap dikenal oleh anggota masyarakatnya.

Lagu dan Instrumen Musik Daerah Nusantara
Lagu Daerah
Lagu daerah di Indonesia sangatlah banyak. Setiap daerah maupun etnis di Indonesia hampir pasti memilki lagunya sendiri yang berbeda satu sama lain. Sebagai gambaran, berikut adalah sebagian kecil lagu-lagu daerah yang ada di Indonesia.
Judul Lagu
Daerah
Bungong Jeumpa
Nanggroe Aceh Darrussalam
Butet
Sumatera Utara
Ayam den Lapeh
Sumatera Barat
Lancang Kuning
Riau
Dek Sangke
Sumatera Selatan
Jali-Jali
Jakarta
Bubuy Bulan
Jawa Barat
Suwe Ora Jamu
Jawa Tengah
Cik-cik Periok
Kalimnatan Barat
Ampar-ampar Pisang
Kalimantan Selatan
O ina ni keke
Sulawesi Utara
Anging Mamiri
Sulawesi Selatan
O ulate
Maluku
Somba
Nusa Tenggara Timur
Yamko Rambe Yamko
Papua
Tanduk Majeng
Madura

Contoh perkembangan lagu daerah di Indonesia:
Grup band Krakatau pernah membuktikan bahwa musik daerah juga merupakan musik berkualitas.Tiga musisi senior berkumpul di sebuah panggung mungil di fX Music, Jakarta. Pada jam session itu, Trie Utami didaulat sebagai vokalis, Viky Sianipar memainkan suling batak, dan Purwacaraka mengisi posisi keyboardist. Lalu mengalunlah suara Iie, sapaan akrab Trie Utami, menyanyikan lagu Gundul Pacul dalam tempo sedang :Gudul-gundul pacul cul, gembelengan Nyunggi nyunggi wakul kul, gembelengan Bakul ngglimpang segane dadi sak ratan.Tembang tradisional Jawa Tengah ini memang bukan sesuatu yang asing di telinga. Lain halnya begitu lagu tersebut telah diaransemen ulang oleh ketiganya, hingga menjadi lebih segar dan bernuansa kontemporer.Dan sejatinya, bukan lagu itu saja yang bakal dipermak ulang.


Instrumen atau Alat Musik Daerah
Dari sekian alat musik yang ada, dapat dibedakan dari tingkat kesulitan memainkan. Bahan pembuatannya, dan teknik memainkannya.Jika dilihat dari bahan yang digunakan, alat-alat musik terbuat dari bahan yang berbeda, seperti dari bahan logam, kayu, bambu, tempurung kelapa, tanah liat, daun daunan, kulit, dan tulang. Adapun jika dilihat dari teknik memainkannya, alat musik ada yang dimainkan cara dipetik, dipukul, ditepuk, ditiup, digoyangkan, dan digesek.
Berikut beberapa nama alat musik yang terdapat di daerah-daerah Nusantara:
Kendang
Kendang terdapat di daerah Jawa.Kulit bagian kanan dan kiri kendang dari Jawa Tengah ukurannya lebih besar daripada kendang dari Jawa Barat. Kendang terdiri atas beberapa macam, yaitu kendang gede, kendang gending, dan kendang bem. Kulit kendang dinamakan tebokan. Tali-tali pereganngnya dinamakan ular-ular dan cincin-cincin perengggangnya dinamakan suh.
Beberapa kesenian yang berasal dari jawa tengah dan jawa timur menggunakan alat musik ini, misalnya karawitan, ketoprak, wayang purwa dan ludruk.
Dog- Dog
Merupakan jenis gendang berkulit sebelah yang terdapat dibeberapa daerah di Nusantara. Istilah dog-dog dikenal di daerah Jawa Barat. Adapun didaerah lain, alat musik ini dikenal dengan nama gondra( Nias), labu (pulau Roti), dan Gondra ( Simalungun, Sumatra Utara).
Gondra yang dikenal dipulau Nias ada yang berbingkai panjang dengan ukura berat 150-200 cm. Gondra kecil dinamakan Rafai’i. Adapun di Bengkulu alat musik ini dikenal dengan nama tabot dan diSumatra Barat dikenal dengan nama Tabuik. Di Jawa Barat, dog-dog dimainkan untuk mengiringi kesenian reog ( lawakan). Cara memainkan alat musik ini dengan menggunakan pemukul atau telapak tangan.
Tifa
Alat musik ini sejenis kendang, berkulit sebelah. Garis tengahnya kurang lebih 15-25 cm, panjangnya kurang lebih 50-70 cm, Cara memainkannya dengan disandang. Tifa dimainkan dengan cara dipukul menggunakn alat pemukul, kadang pula menggunakan tangan. Tifa banyak terdapat di Papua, Kalimantan Tengah, Nias, Maluku.
Kolintang
Alat musik ini berasal dari Minahasa (Sulawesi Utara). Kolintang terdiri atas 14-21 bilah kayu. Alat ini dimainkan dengan cara dipukul dengan alat pemukul khusus. Alat musik ini terdiri atas bagian melodis dan bagian ritmis dengan tangga nada diatonis. Orker kolintang dipakai untuk mengiringi lagu-lagu daerah, pop, keroncong, maupun lagu Barat. Kolintang merupakan alat musik yang telah lama ada. Alat musik ini sejak1948 diperkenalkan kepada masyarakat didaerah luar Minahasa.
Talempong
Talempong merupakan sejenis boning yang terdapat di Sumatra Barat. Alat musik ini diletakkan berjajar di atas kayu bernama talempong duduak Alat musik ini kadang-kadang dimainkan dengan ditenteng di tangan kiri dan tangan kanan memukulnya. Jenis talempong ini dinamakan talempong pacik.
Serunai
Serunai merupakan alat musik sejenis suling yang pada lubang peniupnya diberi alat lidah getar. Alat musik ini dijumpai di daerah Sumatera Utara, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan dengan nama puwi. Nama lain jenis suling ii adalah jerupai dan buluh perindu. Selain itu di Kalimantan dikenal klendi dan gerdek, yaitu beberapa pipa bamboo yang diikat jadi satu dan berpangkal pada sebuah tempurung berlubang tiup.
Sampek
Sampek merupakan jenis alat musik berdawai tiga yang dimainkan dengan cara diperik. Alat musik ini terdapat di Suku Dayak (Kalimantan). Sampek dibuat dengan ukiran kayu yang dihias indah. Alat musik ini dipakai untuk mengiringi tari-tarian daerah setempat.
Rebab
Rebab merupakan alat musik dari Jawa yang dimainkan dengan cara digesek, Alat musik ini dibuat dari kayu, wadah gemanya (resonansi) ditutup dengan kulit. Dawainya ada dua dan di-setem menurut tangga nada pelog atau selendro.
Bagian-bagian rebab, antara lain:
- Kupingan, pemutar dawai
- Menur, bagian atas atau disebut kepala rebab
- Palemahan, bagian kaki rebab yang menyentuh tanah
- Jneng, leher rebab
- Rangkung, kayu penggesek rebab
- Yoga, benang penggesek (terbuat dari rambut ekor kuda)

D. Rangkuman
Musik daerah adalah musik yang tumbuh dan berkembang di suatu wilayah atau daerah tertentu. Musik daerah antara lain meliputi lagu daerah dan alat musik daerah. Ciri umum musik daerah adalah syair lagu, alunan melodi, dan iramanya menunjukan ciri khas kedaerahan, diwariskan turun-temurun secara lisan. Secara umum, fungsi musik dalam masyarakat Indonesia meliputi fungsi sebagai sarana atau media upaca budaya, hiburan, ekspresi diri, komunikasi, dan pengiring tarian.Dengan mengenal elemen-elemen musik daerah maka diharapkan khususnya siswa sebagai generasi muda dapat meningkatkan kecintaan terhadap musik daerah.
Salah satu acara yang sudah dilaksanakan untuk mencari bintang-bintang Nusantara adalah BMD(Program Bintang Musik Daerah) 2008, dimana program ini bermaksud meningkatkan minat masyarakat dan kaum muda Indonesia untuk mau menggali budaya daerahnya masing-masing, meningkatkan peran serta kepedulian dan rasa cinta masyarakat kita terhadap lagu daerah dan musik nusantara, melestarikan pengembangan budaya bangsa Indonesia. Meningkatkan kecintaan serta kebanggaan pada kebudayaan bangsa sendiri, menggali potensi dan kreatifitas anak muda Indonesia dan memperkenalkan karya cipta musisi daerah serta penyanyi daerah agar dapat dikenal oleh masyarakat luas dan juga sebagai ajang promosi seni budaya daerah.


2. Lagu Klasik
: lagu klasik merupakan lagu derah yang bersumber pada music tradisonal. Lagu klasik biasanya berkembang dipusat-pusat pemerintahaan. Pada zaman dahulu pusat pemerintahaan adalah lingkungan istana kerajaan atau kadipaten.

Cirri-ciri lagu klasik sebagai berikut:
o Bersifat agung, artinya digunakaan untuk mengiringi berbagai upacara kebesaran keratin, upacara agama dan upacara adat suatu daerah.

o Dibuat tau diciptakan oleh seorang komponis atau punjangga istana.

o Memiliki pola baku, seperti aturan notasi, syair, irama dan tempo.

o Dikembangakan secara tetulis.

o Memiliki tema tentang sejarah kebesaran kerajaan, kepahlawanan para kesatria, dan ajaran moral suatu masyarakat.

Contoh  lagu klasik yaitu :
  • Asmarandana, bertemakan cinta kasih, birahi
  • Balakbak, bertemakan lawak, banyolan
  • Dangdanggula, bertemakan ketenteraman, keagungan, kegembiraan
  • Durma, bertemakan kemarahan, kesombongan, semangat
  • Gambuh, bertemakan kesedihan, kesusahan, kesakitan
  • Gurisa, bertemakan khayalan
  • Jurudemung, bertemakan kebingungan
  • Kinanti, bertemakan penantian
  • Lambang, bertemakan lawak dengan aspek renungan
  • Magatru, bertemakan penyesalan
  • Maskumambang, bertemakan kesedihan yang mendalam
  • Mijil, bertemakan kesedihan yang menimbulkan harapan
  • Pangkur, bertemakan perasaan sebelum mengemban sebuah tugas berat
  • Pucung, bertemakan rasa marah pada diri sendiri
  • Sinom, bertemakan kegembiraan
  • Wirangrong, bertemakan rasa malu akan tingkah laku sendiri
  • Ladrang, bertemakan sindiran
Contoh lagu
Asmarandana, bertemakan cinta kasih, birahi.
Contoh pupuh:
PIWURUK SEPUH
Ngariung di tengah bumi,
pun biang sareng pun bapa,
jisim abdi diuk mando,
husu ngupingkeun pituah,
piwejang ti anjeunna,
pituduh laku rahayu,
piwejang sangkan waluya.


Balakbak, bertemakan lawak, banyolan
Contoh pupuh:
DAYEUH BANDUNG
Dayeuh Bandung kiwari teuing ku rame-araheng,
gedong-gedong pajangkung-jangkung wangunna-alagreng,
tutumpakan-tutumpakan balawiri lalar liwat-garandeng.


Dangdanggula, bertemakan ketentraman, keagungan, kegembiraan
Contoh pupuh:
MILANG KALA
Dinten ieu estu bingah ati,
ku jalaran panceg milang kala,
kenging kurnia ti Alloh,
rehing nambahan taun,
tepung taun umur sim abdi,
henteu weleh neneda,
ka Gusti Nu Agung,
malar umur teh mangpaat,
tebih bahla turta pinarinan rijki,
sumujud ka Pangeran.


Durma, bertemakan kemarahan, kesombongan, semangat
Contoh pupuh:
LEMAH CAI
Nagri urang katelah Indonesia,
diriksa tur dijaring,
sumirat komarana,
berkahna Pancasila,
ageman eusining nagri,
yu sauyunan,
ngawangun lemah cai.


Gambuh, bertemakan kesedihan, kesusahan, kesakitan
Contoh pupuh:
KADUHUNG
Kaduhung sagede gunung,
kuring sakola teu jucung,
lalawora resep ulin,
hanjakal tara ti heula,
ayeuna kari peurihna.


Gurisa, bertemakan khayalan
Contoh pupuh:
SI KABAYAN
Si Kabayan lalamunan,
pangrasa bisa nyetiran,
motor atawana sedan,
poho keur eundeuk-eundeukan,
na dahan emplad-empladan,
gujubar kana susukan.


Jurudemung, bertemakan kebingungan
Contoh pupuh:
ADIGUNG
Lolobana mungguh jalma,
embung hina hayang agung,
hayang hirup mukti,
tapina embung tarekah,
tinangtu mo bakal nanjung.


Kinanti, bertemakan penantian
Contoh pupuh:
KANYAAH INDUNG
Kanyaah indung mo suwung,
lir jaladri tanpa tepi,
lir gunung tanpa tutugan,
asihna teuing ku wening,
putra teh didama-dama,
dianggo pupunden ati.


Lambang, bertemakan lawak dengan aspek renungan
Contoh pupuh:
WAWANGSALAN
Dialajar wawangsalan,
saperti tatarucingan,
cik naon atuh maksudna,
teangan naon wangsalna,
gedong ngambang di sagara,
ulah kapalang diajar,
keuyeup gede di lautan,
kapitineung salawasna.


Magatru, bertemakan penyesalan
Contoh pupuh:

KASAR - LEMES
Dupi irung lemesna teh nya pangambung,
pipi mah disebat damis,
upami buuk mah rambut,
ceuli sok disebat cepil,
kasarna angkeut mah gado.


Maskumambang, bertemakan kesedihan yang mendalam
Contoh pupuh:
BUDAK JAIL
Anak manuk dikatepel budak jail,
jangjangna getihan,
rek hiber teu bisa usik
duh manusa kaniaya.


Mijil, bertemakan kesedihan yang menimbulkan harapan
Contoh pupuh:
NUNGTUT ELMU
Najan cicing nya di tepiswiring,
kade ulah bodo,
kudu tetep nungtut elmu bae,
sabab jalma nu loba pangarti,
hirup tangtu hurip,
mulus tur rahayu.


Pangkur, bertemakan perasaan sebelum mengemban sebuah tugas berat
Contoh pupuh:
KA SAKOLA
Seja miang ka sakola,
rek diajar nambahan elmu pangarti,
pigeusaneun bekel hirup,
sabab mungguhing manusa,
kudu pinter beunghar ku elmu panemu,
komo jaman pangwangunan,
urang kudu singkil bakti.


Pucung, bertemakan rasa marah pada diri sendiri
Contoh pupuh:
TATAKRAMA
Mangka inget tatakrama sopan santun
tanda jalma iman,
nyarita jeung amis budi,
da basa mah lain barang anu mahal.


Sinom, bertemakan kegembiraan
Contoh pupuh:
TATAR SUNDA
Tatar Sunda estu endah,
lemah cai awit jadi,
sarakan asal gumelar,
amanat Ilahi Robbi,
titipan nini aki,
wajib dijaga dijungjung,
basa katut budayana,
padumukna luhung budi,
insya-Allah tatar Sunda karta harja.


Wirangrong, bertemakan rasa malu akan tingkah laku sendiri
Contoh pupuh:
SIEUN DORAKA
Kuring moal deui-deui,
gaduh panata nu awon,
ngabantah nu jadi indung,
sieun dibendon ku Gusti,
kawas Dalem Boncel tea,
doraka ti ibu-rama.


Ladrang, bertemakan sindiran
Contoh pupuh:
MOKAHAAN
Aya hiji anak bangkong leutik,
mokahaan,
maksudna ngelehkeun sapi,
nahan napas antukna bitu beuteungna.
3. Lagu –lagu daerah popular

Berbagai lagu derah popular biasanya diiringi oleh alat music modern, tetapi dapat juga diiringi oleh alat music tradisional. Bahkan adakalanya lagu dipopulerkan diiringi oleh kolaborasi alat music tradisional dengan alat music modern.


Bubuy Bulan
karangan / ciptaan : benny korda
Bubuy bulan
Bubuy bulan sangray bentang
Panon poe
Panon poe disasate

Unggal bulan, unggal bulan
Unggal bulan abdi teang

Unggal poe,unggal poe
Unggal poe oge hade

Situ ciburuy
Laukna hese dipancing
Nyeredet hate
Ningali ngeplak caina

Duh eta saha nu ngalangkung
Unggal enjing
Nyeredet hate
Ningali sorot socana



Dipoulerkan oleh Diah Iskandar


Bubuy Bulan di Populerkan oleh Diah Iskandar dan di ciptakan oleh Beni Kerda