Minggu, 25 Desember 2011

Penemu dan Pencipta Blackberry

Mike Lazaridis

Blackberry adalah super brand yang kini telah membius para pengguna gadget khususnya handphone. Anda mungkin pengguna Blackberry namun apakah anda tau siapa sebenarnya ilmuan penemu blackberry???. Jawabannya adalah seorang mahasiswa yang DO(Drop Out). Siapakah beliau?

Beliau adalah Mike Lazaridis. Lahir 14 Maret 1961, di Istambul Turki. Orangtuanya berdarah Yunani. Pada usia lima tahun, ia ikut keluarganya pindah ke Kanada. Mereka menetap di Windsor, Ontario. Mike sudah menunjukkan bakat, kepintaran dan ketekunannya sejak usia 12 tahun, di tahun 1979, dia memenangkan hadiah dari Perpustakaan Umum Windsor karena ia telah membaca semua buku sains koleksi perpustakaan tersebut. Sejak kecil ia candu membaca. Mike beruntung karena orangtua dan lingkungan sekolahnya sangat memungkinkan ia mengembangkan bakat dan minatnya pada elektronika.
Tahun 1979, ia mulai kuliah di University of Waterloo, Ontario, Kanada. Di sinilah ia mulai merintis RIM. Tahun 1984, semasa masih mahasiswa, Mike ikut lomba tender di perusahaan raksasa otomotif General Motors. Proyeknya adalah merancang sistem display pengontrol jaringan komputer. Dia menang dan dapat hadiah berupa kontrak kerja senilai 500 ribu dolar AS.

Mike sangat serius dalam mengembangkan perusahaannya itu. Sebelum mengembangkan BlackBerry, pada tahun 1999 RIM bekerja sama dengan RAM Mobile Data dan perusahaan ponsel Ericsson yang lebih dahulu terkenal, mengembangkan Mobitex. Ini adalah perangkat data bergerak yang dirintis oleh Ericsson.Hasilnya? Diluncurkanlah Inter@ctive Pager 950. Agustus tahun 2000 produk ini mulai dipasarkan. Ukurannya kira-kira sebesar sabun mandi. Di pasar ia bersaing dengan SkyTel, produk sejenis – sama-sama pager dua arah - milik Motorola. Produk ini tak berhasil di pasar.
Mike adalah seorang visioner dan inovator Yang mampu melihat jauh ke masa depan dan bisa menciptakan sesuatu yang diperlukan oleh orang untuk hidup nyaman dalam kondisi di masa depan yang sangat membutuhkan pertukaran informasi dan juga data. Hingga akhirnya Ia berhail membuat sebuah gadget pintar yang dapat memenuhi kebutuhan pertukaran informasi dan data secara realtime baik dengan cara mengirimkan teks, suara, dan bahkan Push mail. Namun, terjadi kendala ketika produk itu akan diluncurkan, yaitu masalah Brandmark atau nama pasaran produk. Saat itu RIM memaki jasa Lexico Branding di California. Sebuah perusahaan konsultan merek terkenal di Amerika namun masih saja belum menemukan nama yang pas, mudah diingat dan memiliki nilai jual tinggi. Setelah lama memikir dan melihat bentuk serta logo pada produk tersebut tercetuslah nama "Blackberry". "BlackBerry mudah melekat di ingatan, lebih baik daripada nama-nama seperti ProMail atau MegaMail," kata Placel (Pimpinan Lexico Branding California)

Nama Blackberry  diambil setelah melihat logo gambar yang berbentuk butiran-butiran serta warna produk tersebut yang hitam legam. Dan dengan mengusung nama brand tersebut BlackBerry kini terjual hampir 100juta unit di 91 negara, bekerja sama dengan 500 operator, dan menguasai 20.8 persen pasar telepon pintar. Hanya kalah dengan Nokia Syimbian OS.

Namun, ada fakta unik pada kisah ini. Bahwa dibalik kesuksesan RIM sebagai pencetak Blackberry ternyata Mike Lazaridis adalah seorang Mahasiswa Drop uot. Ia yang sejak kecil maniak mengutak-atik barang elektronik namun  tak selesai kuliah di jurusan Teknik Elektro. Dia di-drop out, hanya dua bulan menjelang wisuda di University of Waterloo, Kanada. Ia lebih memilih sibuk mengurusi perusahaan yang ia dirikan sambil kuliah.

Bagaimana Menurut Anda??? Pentingkah gelar SARJANA dan KULIAH???
Semoga bermanfaat ^_^

sumber : http://emperorkidz.blogspot.com/2011/05/penemu-dan-pencipta-blackberry.html

Perbedaan Blackberry dan Android

blackberry dan android

Beda sumber dan beda tanggapan mengenai perbedaan kedua ponsel ini. Menurut beberapa provider seluler, disini saya ambil contoh Indosat. Bagi Indosat, ponsel berlogo titik-titik yang membentuk huruf 'B' ini memiliki keunggulan aplikasi dan perangkat. Sehingga siapa pun yang baru memiliki BlackBerry tak akan kesulitan untuk menggunakannya. Sedangkan si robot ijo milik Google mengadopsi sistem operasi terbuka. Hanya orang yang suka ngoprek aplikasi saja yang bakal lebih menggemari.

Dari segi fitur dan kegunaan, secara teknis hardware Android jauh diatas Blackberry. Untuk software, bisa dibilang Blackberry sangat kaku. Sebagai contoh Android sanggup play dengan 25 fps HD pada saat kita mengcopy file avi 1GB tanpa converting. Sedangkan Blackberry mengharuskan kita menggunakan converting.

Sedangkan dari segi tampilan mungkin sobat bisa membedakannya sendiri. Blackberry merupakan satu jenis ponsel yang dibuat oleh RIM dengan berbagai tipe tapi dalam bentuk model tampilan ponsel yang hampir sama. Sebagai contoh dan bahan perbandingan bisa sobat lihat pada produk-produk buatan Apple seperti Macbook, iPhone, iPad, dll. Dimana semua tipe produk itu berada dinaungan satu perusahaan dan OS yang hanya dimiliki oleh satu naungan perusahaan. Beda dengan si robot ijo Android yang bebas melanglang buana di berbagai tipe hp. Seperti Samsung, HTC, dll. Sebagai contoh juga si robot ijo ini bisa dibandingkan dengan Windows, OS yang dibuat oleh perusahaan ternama Microsoft ini bisa sobat temukan diberbagai tipe dan merk laptop. Kebanyakan ponsel Android menggunakan input touchscreen yang kurang populer di Indonesia.

Satu catatan dari saya buat sobat yang ingin membeli si robot ijo, bahwa Android membutuhkan koneksi internet yang sangat cepat untuk memaksimalkan kegunaannya. Dan seperti kita ketahui, koneksi internet yang murah meriah alias cepat tapi dengan harga relatif murah dari Operator selular Indonesia menurut saya kurang dapat diandalkan dan untuk memaksimalkan koneksi internet, sobat harus merogoh kocek lebih dalam (jangan membeli celana dengan kocek yang tidak dalam).

Sekian dari saya, semoga bisa menjawab sebagian pertanyaan sobat tentang perbedaan kedua smartphone terpopuler di Indonesia itu. 
 
sumber : http://www.priagoenks.com/2011/07/perbedaan-blackberry-dan-android.html

Perbandingan Blackberry vs Android



 
Sepertinya sich belum ada rencana, tapi siapa tau dapet “rejeki” :) , berikut perban

Sepertinya sich belum ada rencana, tapi siapa tau dapet “rejeki” :) , berikut perbandingan-nya :

Push Email Pribadi (non-korporat)
Fitur yang paling dicari oleh pengguna smartphone adalah kemampuan push email. Android dan BlackBerry mempunyai kemampuan Push Email secara native. Tetapi untuk Push Email Yahoo!, android harus di-install aplikasi Yahoo! Mail yang bisa diunduh di Android Market. Sedangkan untuk BlackBerry, konfigurasi email bisa dilakukan melalui satu aplikasi yaitu “Email Settings” dan email Yahoo! pun didukung oleh BlackBerry tanpa harus install aplikasi tambahan. BlackBerry wins.
Skor : BlackBerry (1) – (0) Android

Push Email Korporat
Saya hanya membandingkan email yang menggunakan Microsoft Exchange Server saja, karena selama ini di kantor menggunakan Microsoft Exchange Server. Android secara native sudah bisa push email Microsoft Exchange Server dan hampir realtime (push) dan BlackBerry pun sudah bisa push email korporat. Tetapi untuk BlackBerry harus ikut layanan BES (BlackBerry Enterprise Service) dan email server perusahaan harus memasang aplikasi BES di servernya sebagai “agent”. Hal ini berarti tambahan biaya untuk perusahaan dan karyawan karena biaya BES lebih mahal dari BIS. Android wins.
Skor : BlackBerry (1) – (1) Android

Biaya Data Service
Smartphone tanpa layanan data sama saja seperti dumbphone, haha. Bagi pengguna BlackBerry diharuskan untuk langganan layanan BIS / BES. Kita tidak bahas BES karena selain mahal, BES juga membutuhkan biaya tambahan bagi perusahaan untuk memasang perangkat BES di servernya. Agar BlackBerry bisa digunakan maksimal (Wifi, Internet, Chat, dan Email), pengguna BlackBerry harus mengeluarkan biaya dari Rp 69.000 sampai Rp 100an ribu (maaf tidak update harga BIS hehe). Pengguna Android ada dua pilihan, bagi yang punya pulsa banyak dan tidak fakir pulsa bisa menggunakan layanan data biasa (per KB atau per menit) dari masing-masing operator tetapi bagi yang pulsa terbatas dan ingin menggunakan layanan data unlimited bisa menggunakan Unlimited Data Plan dari operator. Harga bervariasi tergantung operatornya. Saya menggunakan harga Rp 99.000 per bulan (unlimited). Draw.
Skor : BlackBerry (2) – (2) Android

Sinkronisasi Kontak dan Kalender
Sudah tidak jamannya lagi kita punya banyak kontak atau kalender di banyak device. Sekarang jamannya cloud computing, jadi cukup satu kontak untuk semua device. Android menyimpan kontak yang kita tambah, ubah, dan hapus di email Gmail kita kecuali kontak korporat (tersimpan di Exchange Server sesuai akun email outlook kita). Sehingga bila kita ganti device android, kita tidak perlu backup semua kontak ke PC/Laptop. Semua kontak di device android yang baru akan otomatis ter-sinkronisasi di device baru. BlackBerry mengharuskan kita secara berkala melakukan sinkronisasi melalui BlackBerry Desktop Software (dulu BlackBerry Desktop Manager) menggunakan perantara Microsoft Outlook. Bila kita ganti handset BlackBerry, kita harus melakukan sinkronisasi manual.
Apa yang terjadi kalau kita lupa backup / sinkronisasi kontak dan tiba-tiba BlackBerry kita rusak, hilang, atau ganti ? Bye-bye teman. Android wins.
Skor : BlackBerry (2) – (3) Android

Social Network
Hari gini gak punya twitter, facebook, dan foursquare ? gak apa apa sih haha. Android dan BlackBerry punya semua aplikasi social networking. Jadi untuk kategori ini, hasilnya seri alias Draw.
Skor : BlackBerry (3) – (4) Android.

Text Chatting
Yahoo! Messenger, Google Talk, Nimbuzz, you name it ! semua ada untuk Android dan BlackBerry. BlackBerry Messenger ? BlackBerry tanpa BlackBerry Messenger rasanya seperti pesan Burger King Whooper Up-sized tapi gak pake daging. Android Messenger ? never heard of. BlackBerry wins.
Skor : BlackBerry (4) – (4) Android.

Video Chatting
Beberapa device Android sudah ada kamera depan, jadi bisa melakukan Video Chatting menggunakan Yahoo! Messenger di Android atau menggunakan fitur bawaan Android. Kamera depan di BlackBerry ? udah ada belum ya ? setahu saya sih belum ada :)
Android wins.
Skor : BlackBerry (4) – (5) Android.

Web Browsing
Kenyamanan berselancar web itu relatif. Tapi menurut saya, lebih nyaman menggunakan browser bawaan Android. Kalau di BlackBerry sering mengalami tampilan website tidak tampil sempurna dan JavaScript tidak jalan sebagaimana mestinya. Android wins.
Skor : BlackBerry (4) – (6) Android.

Menulis
Kali ini saya akui kalau BlackBerry masih unggul dalam hal menulis. Masih lebih nyaman dengan qwerty keypad daripada touchscreen. Cuma masalah kebiasaan saja. BlackBerry wins.
Skor : BlackBerry (5) – (6) Android.

Keamanan Data
Keluarnya data sensitif seperti data kartu kredit, kontak, alamat, email, dan sebagainya sepertinya lebih aman di BlackBerry. Karena (katanya) RIM menggunakan enkripsi MIL-SPEC alias standar militer amerika yang sudah di sertifikasi oleh Pentagon, sehingga kecil kemungkinan untuk menyadap data yang ada di BlackBerry dan karena BlackBerry menggunakan jalur sendiri maka data bisa lebih terisolasi. Sedangkan Android hanya menggunakan jalur internet biasa, walaupun beberapa aplikasi menggunakan SSL (Secure Socket Layer) tapi tidak menjamin keamanan data yang Anda kirim melalui internet. Apalagi Android menggunakan banyak background service yang mengirimkan data secara periodik. Untuk soal keamanan data, saya rasa hal ini relatif tergantung kebiasaan penggunanya. Jadi kita kasih nilai seri ya. Draw.
Skor : BlackBerry (6) – (7) Android.

Multitasking
Buka aplikasi tapi harus tutup aplikasi sebelumnya ? so last decade banget deh haha. BlackBerry dan Android support multitasking tetapi setelah saya dokumentasi teknis BlackBerry OS dan Android OS, saya menilai kalau Android lebih unggul dalam hal multitasking.
Penjelasan singkatnya begini, bila kita buka 6 aplikasi di BlackBerry. Enam aplikasi tersebut akan memakai blok memory (RAM) BlackBerry. Kemudian bila kita buka satu aplikasi satu lagi, aplikasi terakhir tersebut akan memakai blok memory (RAM) yang masih tersisa. Muat atau tidak muat itu urusan belakangan, yang penting aplikasi yang ke-7 harus masuk memory. Hasilnya adalah “jam pasir” keluar di layar. Jadi ada 2 state di dalam proses BlackBerry OS, running atau tidak-running.
Android melakukan hal yang hampir sama dengan BlackBerry (karena konsep dasar Sistem Operasi seperti itu) tetapi dengan cara yang lebih “pintar” dalam alokasi dan manajemen memori (RAM). Jika 6 aplikasi berjalan secara bersamaan, kemudian ada aplikasi ke-7 yang dijalankan sedangkan memori (RAM) sudah tidak muat, yang dilakukan Android adalah “me-mati suri-kan sementara” aplikasi yang menggunakan resource dan memori besar ke dalam “cache” sehingga aplikasi ke-7 bisa masuk ke memori. Seandainya ada aplikasi ke-8 yang dijalankan, maka Android akan melakukan hal yang sama supaya aplikasi ke-8 bisa dijalankan. Seolah-olah ada 8 aplikasi yang jalan, tetapi 2 aplikasi sedang dalam kondisi “mati suri” didalam cache. Seandainya Anda membuka aplikasi yang sedang “mati suri” tersebut, maka proses yang sama akan dijalankan dengan “me-mati suri-kan sementara” aplikasi ke dalam cache. Sehingga secara teoritis, Android tidak ada batasan multitasking. Batasannya hanya kemampuan prosesor dan ruang di memory (RAM) dan disk Anda
more info about Android Memory Management click here
Untuk hal ini, Android wins.
Skor : BlackBerry (6) – (8) Android.

Tethering
Android dan BlackBerry bisa digunakan sebagai tether device. Tether dan modem beda konsep. Kalau modem, Android atau BlackBerry dijadikan alat yang tersambung ke PC/Laptop untuk terkoneksi ke internet dengan konfigurasi dan connection point dari PC/Laptop (dial number dari PC/Laptop). Tether adalah PC/Laptop/Device tanpa konfigurasi (dial) terhubung ke internet melalui Android atau BlackBerry. Jadi Android atau BlackBerry sebagai connection point-nya (access point). Android bisa melakukan tether (USB/Wifi) secara native untuk Android Froyo. Untuk Android sebelum Froyo bisa menggunakan aplikasi tambahan yang bisa di download di Android Market. Untuk BlackBerry, saat ini yang bisa melakukan tethering adalah BlackBerry keluaran operator Smartfren saja. Untuk operator lainnya hanya bisa menggunakan BlackBerry sebagai USB/Bluetooth modem dan biaya data diluar biaya langganan BIS. Android wins.
Skor : BlackBerry (6) – (9) Android.

Media streaming (Youtube, Radio, Video, dsb)
BlackBerry bisa untuk buka youtube dan stream video yang ada di Youtube, tetapi setahu saya di Indonesia belum ada layanan BIS yang include data streaming (Youtube, Radio, dsb). Untuk streaming kita dikenakan biaya diluar BIS. Video di Youtube berjalan sempurna di Android tanpa harus kena biaya data tambahan (bila menggunakan unlimited data plan).Android wins.
Skor : BlackBerry (6) – (10) Android.

Integrated Inbox
untuk urusan ini, BlackBerry berhasil menyatukan semua informasi (Facebook, SMS, email, twitter, Yahoo!Messenger, Google Talk, dsb) di dalam satu inbox. Android harus mengalah dalam hal ini (kecuali menggunakan aplikasi 3rd party)
Skor : BlackBerry (7) – (10) Android.
Saatnya kesimpulan. Berdasarkan skor yang ada, Android mengalahkan BlackBerry dengan skor 10 lawan 7. Jadi, Android lebih baik dari BlackBerry ? Anda yang memutuskan. Sekali lagi, saya bukan Android fanboy atau saya pembenci BlackBerry. Saya hanya menggunakan perangkat yang tepat untuk kebutuhan saya.

sumber : http://ekolumajang.com/2011/05/02/perbandingan-blackberry-vs-android/

Rabu, 21 Desember 2011

Mobilitas Sosial

a. Pengertian
Kata mobilitas berasal dari bahasa Latin, yaitu mobilis yang artinya mudah dipindahkan atau banyak bergerak. Pada dasarnya mobilitas dalam setiap masyarakat tergantung pada dua aspek struktur sosialnya. Pertama setiap orang akan tidak akan dapat berpindah keposisi lebih baik jika memang tedak ada posisi yang diperuntukkan baginya. Kedua, dalam rangka berpindah ke posisi yang lebih baik, setiap orang harus memiliki karakteristik, dan kemampuan untuk memasuki status tersebut.
Mobilitas kemungkinan dapat terjadi misalnya ketika suatu Negara mengalami industrialisasi. Hal ini dapat terlihat pada masyarakat Amerika Serikat dan masyarakat modern lainnya. Berbeda dengan masyarakat feudal, di mana “tangga” kesuksesan dalam masyarakat tersebut hanya mungkin dinaiki oleh masyarakat kelas atas. Dalam masyarakat industri, masyarakat kelas bawah dapat mengalami perkembangan dan kemungkinan mereka untuk naik menjadi masyarakat kelas menengah.

b. Jenis-jenis Mobilitas Sosial
Berdasarkan kedua definisi di atas mobilitas social terdiri dari dua jenis, yaitu mobilitas social horizontal dan mobilitas social vertical. Kedua jenis mobilitas tersebut masing-masing memiliki dua macam bentuk, yaitu mobilitas intragenerasi dan mobilitas antargenerasi.
1) Mobilitas Sosial Horizontal
Mobilitas social horizontal adalah perpindahan kedudukan secara mendatar atau dalam lapisan yang sama atau sederajat. Dengan demikian,mobilitas social horizontal memiliki ciri utama, yaitu bahwa lapisan social yang ditempati tidak mengalami perubahan. Mobilitas social horizontal memiliki dua macam bentuk, yaitu sebagai berikut.
a) Mobilitas horizontal antargenerasi, yaitu mobilitas yang terjadi dalam dua generasi, misalnya antara ayah dan anak
b) Mobilitas horizontal intragenerasi, yaitu mobilitas yang terjadi dalam diri seseorang atau dialami oleh orang itu sendiri atau kelompok individu dalam generasi yang sama.
2) Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas social vertical adalah perpindahan kedudukan dari yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi atau sebaliknya dari kedudukan yang lebih tinggi ke kedudukan yang lebih rendah.
Mobilitas social vertical yang naik (social climbing/upward mobility), mempunyai dua macam bentuk, yaitu sebagai berikut.
a) Masuknya individu-individu yang memiliki dedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan yang telah ada.
b) Pembentukan suatu kelompok baru, kemudian di tempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut.
Mobilitas social yang menurun (social-sinking/ downward mobility)
a) turunnya kedudukan individu ke dudukan yang lebih rendah derajatnya.
b) Turunnya derajat sekelompok individu yang terwujud dalam bentuk disintegrasi (perpecahan) dalam kelompok dalam kesatuan.

sumber : http://smileboys.blogspot.com/2009/01/mobilitas-sosial.html

Penjajahan di Indonesia

Penjajahan di Indonesia


1. Pengertian Kolonialisme
Kolonialisme adalah suatu usaha untuk melakukan system permukiman warga dari suatu negara diluar wilayah Negara induknya atau Negara asalnya.


2. Pengertian Imperialisme
Imperialisme adalah usaha memperluas wilayah kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan imperium atau kekaisaran.

Siapakah Penemu Indonesia ?

Indonesia telah lama berdiri sebagai negara yang merdeka. Namun, tahukah anda, siapa penemu Indonesia?

Indonesia sebenarnya adalah sebuah istilah yang digunakan oleh para ahli ilmu pengetahuan. Istilah ini pertama kali digagaskan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama George Samuel Windsor Earl dalam karya ilmiahnya. Dia berpendapat bahwa bangsa yang tinggal di kepulauan disebut dengan nama Indu-nesian dan Melayunesians. Earl menuliskan pendapatnya ini pada tulisannya yang ia buat pada tahun 1835 hingga 1850. Namun, Earl belum menetapkan nama yang pasti untuk penyebutan kepulauan tersebut, meski dia telah menemukan 2 kata tadi.



Ada juga seorang Inggris lainnya yang bernama James Richardson Logan yang menulis karangan ilmiah berjudul The Ethology of The India Archipelago pada tahun 1850 dalam sebuah jurnal bernama Journal of The Indian Archipelago and Eastern. Dalam jurnal tersebut, ia menuliskan bangsa kepulauan sebagai Indonesia. James juga menyebut penduduk tersebut dengan kata Indonesia.

Nama Indonesia semakin populer melalui tulisan orang Inggris bernama Maxwell dalam tulisannya yang berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) pada tahun 1862. Selain itu, ada juga ahli ethologi yang lain, Adolf Bastian, seorang Jerman yang menggunakan nama Indonesia pada tahun 1884 dalam tulisannya yang diberi nama Indonesien Older Inseln Des Malayischen Archipels.


Kemudian, seorang ahli hukum adat yang bernama C. Van Vollenhoven juga sering menggunakan nama Indonesier sebagai pengganti nama Inlander dalam karangannya yang diberi judul Het Adatrecht van Nederlands-Indie. Orang asli Indonesia yang mula-mula menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat atau yang lebih kita kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Beliau menggunakan nama Indonesische Pers-bureau sebagai nama sebuah biro pers ketika dibuang ke Belanda tahun 1913. Kemudian, nama Indonesisch juga digunakan sebagai pengganti Indisch ( Hindia ) oleh Prof. Cornelisvan Vollenhoven pada tahun 1917.

Nama Indonesia diketahui berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indo ( India / Hindia ) dan Nesos ( kepulauan ). Dengan kata lain, Indonesia berarti Kepulauan Hindia atau India. Selain itu, Indonesia juga dikenal dengan nama Nusantara, yang berasal dari bahasa Jawa kuno, yaitu Nusa ( pulau ) dan Antara ( hubungan ).


Bangsa Indonesia pertama kali menggunakan nama Indonesia secara politik. Istilah Indonesia untuk pertama kalinya digunakan oleh Perhimpunan Indonesia, yaitu organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1908. Organisasi tersebut pertama kali bemama Indische Vereeniging. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1922. Selanjutnya pada tahun 1922 juga namanya diganti Perhimpunan Indonesia.
Pada tahun 1928 Kongres Pemuda II di Jakarta menggunakan istilah Indonesia dalam hubungan dengan persatuan bangsa. Kongres Pemuda tersebut pada  tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda yang di dalamnya tercantum nama Indonesia. Istilah Indonesia secara resmi  digunakan sebagai nama negara kita pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan  proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Lalu siapakah penemu Indonesia yang sebenarnya? itu tergantung pendapat anda. Kalau saya sendiri berpendapat bahwa Indonesia bukan ditemukan, melainkan didirikan
sumber : http://popdyoup.blogspot.com/2011/07/siapakah-penemu-indonesia.html